Pembelajaran TI


Hal yang mungkin saat ini seakan-akan menjadi nilai lebih dari sebuah sekolah baik dari SD sampai SMU bahkan Playgroup dan TK adalah adanya praktek komputer. Sepintas memang sepertinya bagus, sejak dini anak-anak dikenalkan dengan komputer. Tetapi yang menjadi berkembang saat ini adalah bahwa anak-anak diajarkan untuk menjadi passive user. Saya mengamati beberapa anak2 baik di SD sampai SMU bahkan Universitas diajari office automation (Ms Office, Open Office dll). Memang pada dasarnya tool-tool spt itu perlu diajarkan, tidak semua orang yang pertama kali menyentuh komputer paham cara menggunakan. Saya sendiri pernah bertemu dengan trainee yang bingung menggunakan mouse, dan terkaget-kaget saat menggerakkan mouse🙂

Perkembangan TI adalah mengarah pada eksplorasi dan sharing informasi. TI bukan hanya sekedar “desktop computing” atau hanya sekedar menggunakan program-program sehari-hari hanya untuk memperlancar pekerjaannya saja. Pemberdayagunaan internet perlu digalakkan, tentunya didukung dengan kemudahan utk mendapatkan akses internet, baik secara gratis misal di kampus, tempat keramaian dgn fasilitas free hot spot spt di perpustakaan umum, cafe, dan mall. Sejak dini anak perlu dikenalkan dengan sharing informasi, bagaimana mengungkapkan ide, menyatakan pendapat, menggali informasi untuk menambah pengetahuannya, mencari hiburan yang layak, dsb. Tentunya dengan bimbingan orang tua. Perlu diingat juga, TI bukan hanya bisa menggunakan komputer dan internet. Yang terdekat dengan kita memang dua makhluk itu, namun TI sendiri sebagai sebuah komunitas dan habitus baru itu lah yang ingin dituju.

Mengapa TI merupakan sebuah komunitas. Dalam sebuah komunitas harus :

  1. Ada anggota-anggota yang saling berkomunikasi
  2. Ada media tempat anggota itu berkumpul
  3. Ada keanekaragaman kebiasaan dan tujuan, tetapi satu dengan yang lain saling mendukung
  4. Dan ada pertumbuhan!!!
Bagaimana dengan pendukung pembelajaran TI sendiri? Satu per satu yang kita runut satu per satu:
Salah satu BUMN besar di Indonesia di pulau Sumatra yaitu Telkom, memiliki program CDC yang disebut Education 4 Tomorrow (E4T) dan secara nasional memiliki program Indigo. Kemudian juga dengan dianjurkannya karyawan untuk memiliki blog, tentunya dengan aturan tertentu misal tidak menyiarkan informasi internal perusahaan di blog dan sebagainya, akan mendorong terwujudnya sebuah IT Teritory yang bisa kita bayangkan sebagai gelembung-gelembung kecil yang merupakan komunitas-komunitas TI kecil yang masing-masing memiliki kekayaan content sendiri-sendiri. Ini baru yang didorong oleh sebuah perusahaan. Bagaimana jika BUMN lain juga berperan? Bagaimana jg kalau setiap kampus juga berperan dalam mengembangkan pembelajaran TI di lingkungannya sebagai salah satu wujud darma bakti sivitas akademik? Belum lagi dengan misal jika setiap kelurahan bahkan keluarga-keluarga sudah menjadi inkubator TI?

Sekali lagi yang ingin dinafaskan oleh TI sekarang ini adalah

  • memberdayakan kemampuan setiap orang untuk dapat mengungkapkan ide secara bebas dan berpikiran bebas atas pendapat dan kritikan orang lain, spt melalui blog
  • berbagi informasi misal email, RSS, dan surat kabar online
  • berkomunikasi, dari chat room, online-messenger, sampai VoIP
  • memberdayakan kemampuan orang untuk mengolah dan memilah informasi, mana yang benar, mana yang salah, mana yang layak dikembangkan dan sebar-luaskan contoh wikipedia, flickr, dan youtube
  • mengembangkan sumber-daya sumber-daya yang ada, seperti penyebaran dan perkembangan open-source
  • membuka wawasan dan cakrawala setiap orang untuk mengenal budaya, bangsa, tempat baru, dan hal-hal baru yang tidak setiap orang dapat kunjungi, misal google-earth dan google-space
Dan sekali lagi pula, perlu diingat bahwa dengan TI kita memang bisa bertemu dengan siapa saja, apa saja, dan kapan saja. Dampingi putra-putri anda saat belajar. Didik dia dan bangun dia dengan etika dan iman yang kuat. Tidak dapat dipungkiri juga melalui internet dia tanpa meminta dapat menerima sesuatu yang mungkin tanpa sadari adalah ancaman bagi jiwanya. Sering juga kita dengar rumor, orang TI rawan terkena wabah autis, krn orang TI cenderung asyik berkomunikasi dengan komputer, internet, dan gadget2 TI lainnya. Tetap ajak anak anda untuk tetap mengembangkan dirinya dengan aktivitas fisik dan sosial dalam kehidupan sehari2.

Selamat belajar TI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: